Malam itu adalah malam yang membosankan bagiku, ini terjadi setelah malam ini ayah dan ibuku pergi untuk mengunjungi rumah pamanku.
Setelah aku menuggu cukup lama, aku mulai kesal, karena mereka belum juga kembali. Aku melangkah menuju Kamarku. Kemudian mulai memutar keras-keras music Faforitku. Aku pikir, aku mulai tidak perduli dengan entah kapan orang tuaku akan tiba, namun bukankah ini lebih baik. Memutar music keras-keras tanpa ayah dan ibuku yang akan memarahiku.
Aku mulai melompat mengikuti irama, hingga telephone berdering dari Ruang Tamuku. Ku hentikan sejenak music itu, dan mengangkat telephoennya, Tidak ada suara, Aku mulai mengangkat alis, berfikir, jaman sekarang masih saja ada orang yang iseng denganku.
Aku kembali ke kamarku, melakukan hal yang sama, kali ini suara Musik terdengar lebih keras dan menyentak. Namun suara itu kembali berdering, membuaku harus menghentikanya lagi.
Kali ini, masih sama. Tidak ada suara.
�okay, siapapun kau? Aku minta hentikan. Ini tidak lucu!!� ku tutup keras Telephone itu, dan kembali ke kamarku. Ketika aku mulai menyalakan kembali, telephone berdering kembali.
�siapapun itu, aku akan membunuhnya� umpatku yang terlalu kesal, Musik masih terdengar dan aku tidak perduli, entah penelphone itu akan mendengarnya atau tidak. Ketika aku mengangkatnya, aku masih tidak mendengar jawaban apapun,
�Siapapun kau disana, kau akan mati.!!� Teriakku,
Hingga suara itu menjawabku. �Nak, bisakah kau matikan Musikmu, itu menganggu kami.�
Aku mulai mengangkat alis, kemudian berusaha untuk tenang, �Baiklah, ini siapa?� jawabku halus, karena aku sungguh tidak enak.
�aku tetanggamu, tepat ada di Sebelah rumahmu.�
Ku tutup Telephone dan mematikan Musik itu. Kemudian meringkuk dalam Selimutku.
�aku tidak memiliki Tetangga lain selain keluarga Johanes, dan yang aku tahu, mereka semua meninggal karena bunuh diri, akibat usaha mereka yang bangkrut�
Setelah aku menuggu cukup lama, aku mulai kesal, karena mereka belum juga kembali. Aku melangkah menuju Kamarku. Kemudian mulai memutar keras-keras music Faforitku. Aku pikir, aku mulai tidak perduli dengan entah kapan orang tuaku akan tiba, namun bukankah ini lebih baik. Memutar music keras-keras tanpa ayah dan ibuku yang akan memarahiku.
Aku mulai melompat mengikuti irama, hingga telephone berdering dari Ruang Tamuku. Ku hentikan sejenak music itu, dan mengangkat telephoennya, Tidak ada suara, Aku mulai mengangkat alis, berfikir, jaman sekarang masih saja ada orang yang iseng denganku.
Aku kembali ke kamarku, melakukan hal yang sama, kali ini suara Musik terdengar lebih keras dan menyentak. Namun suara itu kembali berdering, membuaku harus menghentikanya lagi.
Kali ini, masih sama. Tidak ada suara.
�okay, siapapun kau? Aku minta hentikan. Ini tidak lucu!!� ku tutup keras Telephone itu, dan kembali ke kamarku. Ketika aku mulai menyalakan kembali, telephone berdering kembali.
�siapapun itu, aku akan membunuhnya� umpatku yang terlalu kesal, Musik masih terdengar dan aku tidak perduli, entah penelphone itu akan mendengarnya atau tidak. Ketika aku mengangkatnya, aku masih tidak mendengar jawaban apapun,
�Siapapun kau disana, kau akan mati.!!� Teriakku,
Hingga suara itu menjawabku. �Nak, bisakah kau matikan Musikmu, itu menganggu kami.�
Aku mulai mengangkat alis, kemudian berusaha untuk tenang, �Baiklah, ini siapa?� jawabku halus, karena aku sungguh tidak enak.
�aku tetanggamu, tepat ada di Sebelah rumahmu.�
Ku tutup Telephone dan mematikan Musik itu. Kemudian meringkuk dalam Selimutku.
�aku tidak memiliki Tetangga lain selain keluarga Johanes, dan yang aku tahu, mereka semua meninggal karena bunuh diri, akibat usaha mereka yang bangkrut�
Demikian artikel tentang Cerita Misteri : Tetangga ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Cerita Misteri : Tetangga ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.


